Nasihat secara bahasa dari kata ‘nash’ yang berarti khalus, bersih atau murni, lawan dari curang atau kotor. Sehingga jika nasihat tersebut dalam bentuk ucapan harus jauh dari kecurangan dan motivasi kotor. Sedangkan secara istilah, sebuah kata yang mengungkapkan kemauan berbuat baik kepada obyek yang diberi nasihat. Berkata Ibnu Shalah: Nasihat adalah kata-kata yang mencakup aktivitas seorang nasih kepada yang diberi nasihat dalam bentuk iradah (tekad) dan perbuatan. Disebutkan ‘nashaha tsaub’ artinya menjahit baju, seolah orang memberi nasihat seperti orang yang menjahit lubang-lubang yang ada baju.
Nasihat kepada Allah berarti mentauhidkan Allah, menyifati-Nya dengan sifat Kamal dan Jalal, dan mensucikan-Nya dari segala kemusyrikan. Ikhlas kepada Allah dalam beramal, menjauhi kemaksiatan, mentaati dan mencintai-Nya dan berjihad terhadap orang-orang yang mengingkari-Nya. Nasihat kepada Rasul SAW dengan cara mengimani Rasul SAW dan segala yang datang darinya. Mencintai, menghormati, menghidupkan sunnahnya, menyebarkan ilmunya. Mencintai orang yang mencintainya, membenci dan memerangi orang yang membenci dan memeranginya, mencontoh akhlaqnya, mengikuti adabnya dan mencintai keluarga dan sahabatnya.